Kamis, Januari 07, 2010

10 Cerita Heboh Karena Facebook

1. Foto keluarga yang dijadikan iklan


Sebuah keluarga di daerah Missouri membuat foto keluarga untuk kartu natal. Karena ingin berbagi foto tersebut dengan keluarga dan teman-teman, Danielle Smith, sang istri, menaruh foto mereka di Facebook. Sekitar setengah tahun kemudian, seorang teman Danielle mendapati foto mereka pada jendela toko grosir yang menjual makanan Eropa di daerah Praha! Langsung saja bukti tersebut dipotret dan dikirimkan ke Danielle.

Si pemilik toko rupanya tidak tahu kalau itu adalah foto milik pribadi. Ia menyangka itu adalah foto tersebut merupakan hasill olah komputer dan tidak menyangka itu adalah foto keluarga sungguhan. Akhirnya si pemilik toko mengalah dan akan mengganti foto tersebut.

Dalam hal ini Danielle jadi belajar, apa bila mengunduh foto ke internet jangan dengan resolusi dan memasang nama atau memberikan hak cipta sehingga tidak bisa diambil dengan semena-mena.

2. Mengaku stress, tapi liburan ke pantai

Sekitar setengah tahun yang lalu, Nathalie Blanchard, seorang wanita asal Quebec didiagnosa menderita depresi akut. Akhirnya kantor tempat ia bekerja memperbolehkannya berhenti bekerja dan memberikan asuransi kesehatan yang ia terima setiap bulan.

Pada suatu hari perusahaan insuransi tersebut menemukan foto Nathalie sedang bersenang-senang di pantai dan mengikuti sebuah pesta. Melalui foto tersebut perusahaan asuransi mengambil asumsi bahwa Nathalie sudah tidak lagi mengalami depresi, oleh karena itu mereka akan memberhentikan asuransi tersebut. Namun Nathalie membantah bahwa pergi ke pantai bukan berarti depresinya telah hilang. Justru itu adalah salah satu terapi untuk menyembuhkan penyakit depresinya. Kasus ini masih terus berlanjut dan Nathalie diprediksi akan kehilangan asuransi tersebut.

3. Mempelai yang meng-update status Facebook pada akad nikah

Pada setiap pernikahan, biasanya ada saat ketika kedua pasangan dibacakan sumpah sehidup semati dan melakukan ciuman. Nah, kedua pasangan Dana Hanna dan Tracy Page malah mengupdate status hubungan mereka di Facebook tepat sebelum ciuman dilaksanakan. Perbuatan mereka mengundang tawa sekaligus sinis dari pihak keluarga. “Pas pernikahan kok malah update status?”, begitulah pertanyaan yang sering terlontar. Namun Dana dan Tracy membawa dengan santai saja semua ucapan kerabat mereka.

Keduanya memang pengguna internet yang sangat aktif. Bahkan ketika mereka bertunangan, mereka tidak memberitahukan kerabat dan teman-teman mereka. Menurut Dana, status Facebook dapat menjelaskan semuanya. Ia tidak perlu bersusah payah menyebarkan berita tersebut. Lihatlah video pernikahan mereka di sini.

4. Suami menceraikan istrinya melalui Facebook

Entah mimpi apa Emma Brady ketika melihat kenyataan bahwa ia diceraikan oleh suaminya di Facebook. Neil Brady, sang suami tiba-tiba mengganti status, "Neil Brady has ended his marriage to Emma Brady". Emma shock setengah mati mendengar berita tersebut. Apalagi ia mengetahui melalui telpon dari temannya di Denmark.

Emma sangat kecewa karena pemutusan hubungan ini dilakukan dengan mendadak, bahkan suaminya tidak membicarakan hal ini sebelumnya. Pemutusan hubungan perkawinan melalui Facebook adalah sesuatu yang sangat jarang ditemui. Alasan sang suami memutuskan hubungan karena ia merasa Emma berselingkuh.


6 Bencong Diskusi Book...

Ketika dalam perjalanan menuju ke kampus, aku melihat seorang bencong sedang berjalan kaki dengan penampilan yg cantik dan menor. Seandainya dia didandani lebih lagi dalam soal pakaian, maka bisa jadi orang yang memandang akan menyangka dia adalah perempuan cantik benaran. Oops...setidaknya kalo tampak belakang, kalo tampak depan dengan kondisi berpakaian seperti yang kulihat sekilas dari perjalanan dengan motorku, maka jelas dia bukan wanita.

Setelah keluar dari kampus, aku menelusuri sebuah perempatan yang tidak jauh dari kampusku. Maka aku berhenti karena ada Bang Jo (Lampu merah maksudku Book...) di perempatan itu. Kulihat 6 bencong diseberang persimpangan sebuah Mall, dan dipojok alias sudut jalan umum trotoar yang tidak panas. Mereka asyik ngobrol dan diskusi Book.... aku tidak tahu apa yang mereka diskusikan.

Saat itu mungkin mereka diskusi alias Briefing sebelum memulai pekerjaannya sebagai Bencong jalanan yang mengamen untuk sesuap nasi. Mungkin saja salah seorang di antara mereka mengajak, "Sebelum kita mulai berkerja hari ini, marilah kita berdoa menurut agama dan keyakinan kita masing-masing agar Tuhan memberkati kita hari ini." Ada perasaan jijai dan sedih alias prihatin juga. Mungkin di kota J, banyak bencong di jalan-jalan yang mengamen dari satu perempatan Bang Jo ke perempatan yang lain, atau dari satu tempat makan ke warteg yang lain.

Tidak kulihat mereka membawa Gitar, namun biasanya mereka membawa Krincingan sebagai alat musik. Tidak berani juga aku mengambil foto dari kamera Hpku yang kubawa, "eike takut Book....."

Bang Jo pun menjadi Hijau...aku berlalu begitu saja dengan sebuah perasaan risau sejenak dengan kondisi mereka dan kota J. Mungkin ini adalah potret sebagian kecil rakyat bangsaku yang sudah berputus asa dalam mencari kerja. Mungkin mereka mendapat uang lumayan banyak sehari seperti pengamen pada umumnya. Mungkin itu juga yang membuat mereka tetap menjadi Bencong Pengamen Jalanan. So... ada ide apa untuk membuat terobosan kecil untuk menolong mereka? Pertanyaan itu mengusik hatiku.

Ketika makan, mereka ada, ketika di Bang Jo, mereka ada, Oopps...dimana-mana ada mereka...aku jadi teringat lagu Project Pop, JANGAN GANGGU BANCI.....

Saya mau meralat lagu Project Pop tersebut dengan menjadi JANGAN JADI BANCI.... JANGAN JADI BANCI....tapi gimana caranya gitu lho? Mungkin itu akan mereka tanyakan kepada anda dan saya....

SO What gitu lho, kami enjoy dengan kondisi kami saat ini, so jangan ganggu kami, jangan ganggu Banci Boook.... lebih lagi jika ditanya ke dalam hati sanubari mereka, apa benar mereka mau jadi Banci/Bencong seumur hidup atau lama jadi begitu. Tentu saja mereka setuju dengan lagu plesetanku “JANGAN JADI BANCI”.

Rabu, Januari 06, 2010

Mirisnya Hukum Indonesia

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Dua bulan terakhir ini, cukup banyak contoh kasus hukum pidana dan perdata yang sangat menyedihkan yang terjadi di Indonesia. Yang sangat menyentuh nurani kita yaitu adalah kasus-kasus pencurian yang dilakukan oknum warga masyarakat yang jika dinilai dari tingkat berat hukuman
nya, maka akan timpang dengan rasa keadilan. Taruhlah misalnya, kasus pencurian 2 buah semangka oleh masing-masing bapak B (40 tahun) dan K (51 tahun) dengan alasan menghilangkan dahaga, vonis hakim menyebabkan tervonis menjadi depresi dan trauma jika melihat semangka (mending lihat Duren saja), kasus pencurian 3 buah Kakao oleh seorang nenek M (55 tahun), kasus pencurian listrik untuk mengecas HP di PERUMAHAN. Pencurian buah Randu, Pencurian Kapuk oleh M, dll.

Ada lagi, dua petani asal Cileles, Lebak, Banten, Y (19) dan R (32) terpaksa mendekam di penjara selama tiga bulan lebih, hanya karena didakwa mencuri getah karet yang nilainya tak seberapa.
Getah karet yang mereka curi itu milik PT WJ. R mencuri 32 kg, sedangkan Yanto hanya mencuri 3 kg getah karet. Belum sempat menjual barang curiannya itu, keduanya kepergok mandor yang kemudian melaporkannya ke Polsek Pabuaran, Serang. Merekapun akhirnya mendekam di balik jeruji besi, sembari menjalani proses persidangan.

Dua kasus terbaru yang penulis saksikan baru saja di TV One (5 Jan 2010, Kabar Siang), yaitu kasus pencurian 3 batang kayu yang jika dinilai seharga 90 ribu rupiah, yang dijerat dengan hukuman 8 bulan penjara oleh seorang Bapak dengan alasan untuk perbaikan rumahnya, sang bapak meminta keringanan hukuman dari Hakim dan memohon hakim mau mempertimbangkan lagi.

Minggu, Januari 03, 2010

Download 2 Buku Membongkar Gurita Cikeas dan LEFT BEHIND Indonesia

Don't miss Dr. Hymers' prophetic book, "The Church That Will Be Left Behind." In many ways it is the most hard hitting book he has ever written. Will you be left behind? You can order this book by telephone. It is $15.95. Order it by phoning (818) 352-0452, or send $15.95 and order it by name. Write to P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015.



Bagaimana dan Dengan Apa Perempuan itu MENGADUK?

“Perempuan itu”, yang dalam Wahyu 17 dipersonifikasikan juga dengan sebutan Pelacur Besar, dan dalam Yesaya 14:12 dalam bahasa Latin disebut Lucifer, adalah aktor utama seluruh proses pengadukan. Tujuan ia mengaduk pengajaran gereja-gereja adalah agar bisa menularkan pengajaran gereja yang salah kepada gereja yang benar dan hasil akhirnya tidak ada lagi gereja yang benar.

Pertama, ia berusaha memimpin para pemimpin gereja dan para theolog hingga pada konsep “Kebenaran Alkitab Adalah Kebenaran Yang Relatif, Bukan Kebenaran Absolut.” Ketika seseorang menerima kebenaran Alkitab hanya sebagai kebenaran relatif, maka ia tidak berani meyakini bahwa hanya di dalam Alkitab saja ada kebenaran yang menyelamatkan. Ia akan mulai berpikir bahwa kekristenan bisa jadi hanyalah salah satu kebenaran yang relatif. Bisa jadi juga terdapat kebenaran dalam kitab lain. Orang Kristen dengan pandangan demikian pasti akan kehilangan kegairahan untuk bersaksi dan menginjil. Tentu ia lebih tidak bergairah lagi untuk mempertahankan kebenaran Alkitab, karena kalau itu kebenaran relatif maka sebenarnya sama dengan ‘belum tentu benar’, jadi untuk apa dipertahankan?

Pemicu munculnya konsep ini bisa jadi karena peperangan rohani yang melelahkan dan kurangnya pendidikan doktrinal. Anabaptis berperang habis-habisan secara doktrinal dengan Roma Katolik bahwa pengajaran Soteriologi mereka salah, bahwa Bibliologi mereka salah, dan bahwa Ekklesiologi mereka juga salah sehingga jumlah martirnya tak terhitung.

Kemudian muncul Reformator yang juga menentang Roma. Tetapi sayang sekali pokok pengajaran yang direformasi tidak tuntas. Mereka hanya mereformasi Soteriologi dan Bibliologi dengan semboyan Sola-Gracia dan Sola Scriptura.

Hebat Sekali Perempuan Itu!

Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." (Mat.13:33)

Banyak orang telah mencoba menafsirkan perumpamaan-perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus dalam Matius pasal 13. Setelah penulis membaca lebih dari sepuluh komenteri, terkesan bahwa para penulis komenteri yang tentu berpendidikan dan berpengetahuan cukup, tidak dapat menemukan kunci masuk ke dalam ruang perumpamaan tersebut.

Mata mereka tertutup oleh sebuah kesalahfahaman terhadap kata “Kerajaan Sorga” sehingga mereka melihat bahwa perumpamaan Tuhan Yesus adalah tentang segala sesuatu yang di Sorga atau tentang Kerajaan Sorga itu sendiri.

Padahal kunci untuk memahami perumpamaan tersebut justru disembunyikan oleh Tuhan Yesus di balik kata “Kerajaan Sorga” sama seperti, Dr. Rod Bell (di Greenville, USA) yang menerima kami dan ia harus pergi berkhotbah ke kota lain sehingga meninggalkan kami dengan pesan agar kalau kami akan pergi, kunci rumahnya disembunyikan di bawah sebuah patung anjing yang terletak di samping pintu rumahnya.

Siapapun yang ingin masuk ke rumahnya tidak akan berhasil jika yang bersangkutan terpukau pada patung anjing tanpa menyadari ada kunci rumah di bawahnya.

Pada ayat 11 dalam pasal yang sama, Tuhan memberitahu murid-muridNya tentang “letak kunci” untuk masuk ke dalam ruang perumpamaanNya, kataNya, “kepadamu diberi karunia untuk mengetahui RAHASIA Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.”


Sabtu, Januari 02, 2010

Berita Mingguan 2 Januari 2010

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

KEBUDAYAAN HOLLYWOOD MENCIPTAKAN "MASALAH-MASALAH GAMBAR-DIRI YANG GILA"
Berikut ini dari Brian Snider – "Menginvestasikan banyak uang, waktu, dan kekhawatiran, ke tubuh kita ini adalah jalan buntu yang tak berpengharapan. Namun sungguh menyedihkan, itulah yang dituntut oleh kebudayaan Hollywood dari mereka yang menyembah di altarnya. Aktris Brittany Murphy, yang secara misterius mati karena "sebab-sebab alamiah" dua minggu lalu, ternyata telah menghabiskan waktu yang banyak sekali mengkhawatirkan tentang tubuh yang toh hanya membawa dia hingga umur 32 tahun. "Dia memiliki masalah gambar diri yang gila," kata salah seorang temannya. "Berat badannya, rambutnya, pakaiannya, kulitnya, giginya, semuanya. Dia selalu begitu sadar diri." Orang lain lagi menambahkan: "Banyak dari masalah-masalahnya adalah karena gambar diri yang jelek. Dia memakai makeup dalam jumlah yang sangat banyak, berton-ton bulu mata palsu, menyelubungi giginya, mewarnai rambutnya pirang, menurunkan berat badan – dia mau menjadi seorang yang cantik. Dia tidak mau menjadi wanita gemuk dari film Clueless." Hal-hal yang dia habiskan waktunya khawatirkan – tubuh, mata, gigi dan rambut, kini sedang terbaring di sebuah kubur, walaupun rohnya telah beralih kepada kekekalan. Dan dengan banyaknya waktu yang ia habiskan untuk mengkhawatirkan hal-hal yang akan segera berlalu, kita bertanya-tanya berapa banyak waktu dia habiskan untuk mengkhawatirkan kondisi jiwanya. Akris muda ini telah dibohongi oleh mesin Satanik industri perfilman, yang meyakinkan orang bahwa tampang, prestise dan glamor adalah hal-hal hebat yang patut dikejar. Ada keawetan dalam hal kematian yang membuatnya hal yang sangat serius. Lebih baik memiliki sudut pandang Kitab Suci saat ini daripada sudut pandang Hollywood, yang hanya dapat memimpin kepada penyesalan kekal. "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya" (1 Yoh. 2:15-17). "Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya. Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega. Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria" (Pengkhotbah 7:2-4).

ILMUWAN MENGATAKAN BAHWA MALAIKAT YANG SERING DIGAMBARKAN DALAM BERBAGAI KARYA SENI ROHANI, TIDAK DAPAT TERBANG
Roger Wotton, seorang profesor di Universitas College London, mengatakan bahwa malaikat-malaikat yang digambarkan di berbagai karya seni rohani, tidak dapat terbang. "Hanya dengan melihat sekilas saja bukti-bukti dalam karya-karya seni tersebut memperlihatkan bahwa malaikat-malaikat dan para kerubim tidak dapat tinggal landas dan tidak dapat terbang" ("Angels Can't Fly," London Telegraph, 22 Des. 2009).