Artikel Rohani menarik, Isu Teologi, Cinta, Humor dan perenungan. Fundamental-Baptist-Independent-Alkitabiah, Dispensational in theology, Pre-Tribulational Rapture Pre-millennial, Textus Receptus and Masoretic Text (traditional-text based), Baptism by immersion, Six-day literal creation, Literal and Grammatical and Historical in hermeneutics
Senin, Desember 08, 2008
BERITA MINGGUAN WAY OF LIFE
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
DISKRIMINASI BESAR-BESARAN TERHADAP ORANG KRISTEN OLEH KOMISI HAK ASASI MANUSIA ALBERTA
Beriku ini disadur dari "Human Rights Commission: `Kill the Christian' Lyrics OK, but Criticize Homosexuality? No Way," LifeSiteNews 3 Nov. 2008: "Blogger, pengacara, dan aktivis demokrasi, Ezra Levant, telah mengungkapkan bahwa anggota Komisi HAM Alberta, Lori Andreachuk, yang awal tahun ini menjatuhkan putusan atas seorang gembala sidang Kristen untuk memuat publikasi yang menyangkali pandangan-pandangan Kristianinya di koran setempat, ternyata pada tahun 2003 mengacuhkan komplain terhadap sebuah kelompok musik Rock yang menggunakan kata-kata dalam salah satu rekaman mereka untuk mengajak para pendengar mereka "membunuh Kristen." Andreachuk melemparkan kasus itu keluar dari sistem peradilan, sambil berkata bahwa orang-orang Kristen tidak cukup "terancam" dan grup Rock yang dimaksud bukanlah ancaman yang "serius." Levant tidak terima akan hal itu. Dengan tegas ia menyebut Andreachuk sebagai seorang "pembenci, anti-Kristen, " dan menunjukkan keputusan pengadilan oleh orang yang sama (Andreachuk) terhadap Rev. Stephen Boissoin, yang dipaksa untuk membayar denda tinggi dan membuat pernyataan maaf dan penyangkalan imannya....Kasus 2003 tersebut adalah "Quintin Johnson vs. Music World." Johnson, orang yang mengajukan komplain, sedang mencari CD di toko Music World di Red Deer, Alberta, dan menemukan sebuah album dari grup Deicide yang mengandung sebuah track berjudul `Kill the Christian." Lirik lagu itu berbunyi, `Kill the Christian/ You are the one we despise/Day in day out your words compromise lies/I will love watching you die.' ... Sebagai seorang Kristen, residen Alberta, Quintin Johnson, mengajukan gugatan terhadap toko itu dan berkata bahwa ia telah didiskriminasikan. Namun, Lori Andreachuk, walaupun setuju bahwa `isi dan tenor' dari lirik tersebut `pada permukaan tampak diskrimanatori, ' menyimpulkan bahwa orang-orang Kristen tidak boleh komplain. `Kelompok target menghadapi kerentanan yang kecil sekali,' Andreachuk menulis. Grup Rock tersebut, dia melanjutkan, `tidak memiliki kredibilitas dan sirkulasinya kecil.'....Levant mengatakan bahwa pengacuhan Komisi HAM Alberta atas kasus toko musik tersebut adalah contoh terang-terangan diterapkannya standar ganda, di mana hanya orang Kristen dan orang-orang konservatif yang dapat dinyatakan bersalah atas `diskriminasi' tetapi serangan terhadap orang Kristen oleh kelompok lain dapat diterima."
GERAKAN MELINGKAR KE BAWAH KETIKA MENURUNKAN STANDAR
Dalam sebuah newsletter tahun 2001, almarhum penginjil Gordon Sears mengajukan suatu pertanyaan, "Mengapakah seorang Kristen perlu merubah sesuatu dalam hidupnya, KECUALI jika perubahan itu menuju ke yang lebih baik?" Ia alu mendaftarkan gerakan melingkar ke bawah yang terjadi ketika seseorang/gereja menolak standar moral yang tinggi: "(1) Ketika standar MUSIK dalam sebuah gereja diturunkan.. . . . maka standar PAKAIAN juga diturunkan. (2) Ketika standar PAKAIAN diturunkan . . . . maka standar PERILAKU juga diturunkan. (3) Ketika standar PERILAKU diturunkan . . . . nilai dari KEBENARAN Allah juga diturunkan. (4) Ketika standar KEBENARAN Allah diturunkan . . . . maka kita mendapatkan ANARKI ROHANI!" Inilah tendensi yang sedang terjadi di banyak gereja, bahkan gereja Baptis fundamental. Penerimaan menerima musik kontemporer adalah bagian integral dari proses kedagingan yang satanik!
RAMBUT DI KEPALAMU
Berikut ini disadur dari Creation Moments, http://www.creation moments.com/ radio/transcript .php?t=2258: "Untuk menunjukkan bagaimana sang Pencipta berhubungan sedemikian erat dengan ciptaanNya, Yesus mengatakan bahwa setiap rambut di kepala kita terhitung olehNya. Tidak ada detil yang terlalu kecil sehingga tidak Dia perhatikan; tidak ada perubahan yang mengecoh mataNya yang teliti dan mengasihi. Rambut yang anda lihat sebenarnya tidak lebih dari protein yang telah mati yang dibentuk oleh sel-sel folikel rambut yang tertanam dalam lapisan kulit. Jumlah total folikel rambut pada seorang dewasa adalah sekitar 5 juta, dan hanya sekitar 100.000 berada di kulit kepala. Setiap helai rambut tumbuh dari satu folikel selama kurang lebih tiga hingga lima tahun. Setelah itu, rambut dilepas dan folikel beristirahat selama sekitar tiga bulan sebelum ia mulai menumbuhkan rambut lagi. Jadi, walaupun anda mungkin pernah sekali waktu mengetahui jumlah rambut di kepalamu, bukanlah pekerjaan mudah untuk terus memantau perubahan jumlah mereka. Rambut kepala secara rata-rata tumbuh satu inci setiap dua hingga tiga bulan. Berarti, setiap hari kepalamu menumbuhkan, secara total, sekitar 100 kaki (sekitar 30 meter) panjang rambut – berarti hampir tujuh mil per tahun! Ya, ini sungguh benar; sang Pencipta begitu peduli dengan anda sehingga Ia tahu dari waktu ke waktu berapa banyak rambut di kepala anda. Ia tidak menciptakan dunia ini lalu membiarkan kita untuk terombang-ambing di angkasa dan kehidupan ini sendirian. Ia bahkan telah mengekspresikan kasih dan tujuanNya bagi anda dalam tulisan di Alkitab. Perhatikanlah hari ini apa yang Firman Tuhan katakan mengenai AnakNya, yang mengasihi anda sedemikian rupa sehingga Ia bahkan memberikan hidupNya bagi anda!"
Jumat, Desember 05, 2008
SEMANGKUK MIE
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah , Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata " Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" Ya , tetapi, aku tidak membawa uang" jawab Ana malu malu. " Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu, " jawab si pemilik kedai. " Silahkan duduk , aku akan memasakkan bakmi untukmu."
Tak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. " Ada apa nona?" Tanya si pemilik kedai. "Tidak apa-apa, aku hanya terharu", jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. "Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! Tetapi? Ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah, Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri", katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata " Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih padanya? Dan kau malah bertengkar dengannya ." Ana terhenyak mendengar hal tersebut.
Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita ( keluarga ) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah didalam Tuhan.
Rabu, Desember 03, 2008
SEJARAH BAPTIS (Bag 3)
SEJARAH BAPTIS (Bag 2)
Rudy Habibie dan Rudy Chaerudin, Sukses Mana?
Cantik bukan segalanya.
Pintar bukan segalanya.
Yang penting bagaimana cara kita memaksimalkan kelebihan dalam diri.
Saya ingat waktu di SMA dulu, kami (murid) harus menjalani test IQ untuk penjurusan. Sekolah saya menetapkan bahwa murid2 dengan IQ tinggi bisa masuk ke jurusan IPA/Science. Murid dengan IQ sedang hanya bisa masuk jurusan Sosial dan yang paling rendah IQnya hanya diijinkan untuk masuk ke jurusan Bahasa. Aturan di sekolah saya ternyata berlawanan dengan aturan dari SMA swasta terkenal di Yogyakarta yang mengarahkan anak-anak yang ber IQ paling tinggi justru ke jurusan Bahasa.
Sewaktu saya diskusi dengan Romo Mangun Wijaya (Alm) tentang kurikulum sekolah, beliau mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia masih mewarisi "budaya" kolonial Belanda. Menurut beliau, seharusnya anak-anak yang kecerdasannya tinggi seharusnya diarahkan untuk masuk jurusan Sosial supaya di masa mendatang akan lahir ekonom, hakim, jaksa, pengacara, polisi, diplomat, duta besar, politisi dsb yang hebat2.
Tetapi rupanya hal itu tidak dikehendaki oleh penguasa (Belanda). Belanda menginginkan anak-anak yang cerdas tidak memikirkan masalah2 sosial politik. Mereka cukup diarahkan untuk menjadi tenaga ahli/scientist, arsitektur, ahli computer, ahli matematika, dokter dsb yang asyik dengan science di laboratorium(pokoknya yang nggak membahayakan posisi penguasa). Saya nggak tahu persis yang benar Romo Mangun Wijaya atau pemerintah Belanda. Hanya saja waktu itu saya yang kuliah ambil jurusan Kurikulum jadi patah semangat karena kayaknya kurikulum di Indonesia ini hampir
tidak ada hubungannya dengan kehidupan yang akan dijalani orang setelah keluar dari sekolah. Kita bisa lihat, Insinyur yang menjadi politisi bahkan memimpin parlemen, kemudian dokter (umum) bisa menjadi kepala Dinas P&K atau tenaga marketing, sarjana theologia yang jadi pengusaha, dsb. Sampai saat ini, masih banyak orang tua dan masyarakat yang beranggapan bahwa anak yang hebat adalah anak yang nilai matematika dan science-nya menonjol. Paradigma berpikir orang tua/masyarakat ini sangat mempengaruhi konsep anak tentang kesuksesan.
Bulan Juni 2003 yang lalu, lembaga tempat saya bekerja mengadakan seminar anak-anak. Di depan 800-an anak, Kak Seto Mulyadi(Si Komo) menunjukkan 5 Rudy.
- Yang Ke-1 : Rudy Habibie (BJ Habibie) yang genius, pintar bikin pesawat dan bisa menjadi presiden.
- Yang Ke-2 : Rudy Hartono yang pernah beberapa menjadi
juara bulu tangkis kelas dunia.
- Yang Ke-3 : Rudy Salam yang suka main sinetron di TV
- Yang Ke-4 : Rudy Hadisuwarno yang ahli di bid. kecantikan
dan punya banyak salon kecantikan di beberapa kota .
- Yang Ke-5 : Rudy Choirudin yang jago masak dan sering
tampil memandu acara memasak di TV.
Sewaktu Kak Seto bertanya "Rudy yang mana yang palingsukses menurut kalian?"
Hampir semua anak menjawab "Rudy Habibie"
Sewaktu ditanyakan "Mengapa, kalian bilang bahwa yang paling sukses Rudy Habibie?"
Anak-anakpun menjawab "Karena bisa membuat pesawat terbang, bisa menjadi presiden, dsb"
Sewaktu Kak Seto menanyakan "Rudy yang mana yang paling tidak sukses?" Hampir seluruh anak menjawab "Rudy Choirudin"
Ketika ditanyakan "Mengapa kalian mengatakan bahwa Rudy Choirudin bukan orang yang sukses?" Anak-anakpun menjawab "Karena Rudy Choirudin hanya
bisa memasak"
Memang begitulah pola pikir dan pola asuh dalam keluarga dan masyarakat
Indonesia pada umumnya yang masih menilai kesuksesan orang
dari karya-karya besar yang dihasilkannya. Masyarakat kita
banyak yang belum bisa melihat kesuksesan adalah pengembangan talenta secara
optimal sehingga bisa dimanfaatkan dalam kehidupan yang dijalaninya dengan "enjoy".
Banyak masyarakat
kita yang beranggapan bahwa IQ adalah segala-galanya. Padahal kenyataannya EQ, SQ dan faktor2 lain juga sangat menentukan. Dalam seminar tsb Kak Seto hanya ingin merubah paragidma berpikir anak-anak (dan juga orang tua/keluarga). Anak-anak dan orang tua harus menyadari dan mensyukuri setiap talenta yang diberikan oleh Tuhan. Bila talenta tersebut dikembangkan dengan baik, maka kita bisa mencapai kesuksesan di "bidangnya". Jadi untuk anak-anak yang tidak pintar matematika, anak2 tidak perlu minder dan orang tua tidak perlu malu atau menekan anak. Anak-anak yang lebih menyukai pelajaran menggambar dari pada pelajaran2 lain, bukanlah anak-anak
yang bodoh karena justru anak2 yang punya imajinasi tinggilah yang
pintar menggambar/melukis. Anak-anak yang suka
ngobrol,kalau kita arahkan bisa saja kelak menjadi politisi atau negotiator yang baik. Anak-anak yang banyak bicara, kalau diarahkan untuk menuliskan apa
yang ingin dibicarakan bisa2 menjadi penulis yang hebat.
Mbak Dwi Setyani juga mengingatkan kita untuk lebih
memfokuskan pada kekuatan kita dari pada "wasting time" bersungut-sungut, hanya
memikirkan kelemahan kita.
Saya pernah membaca pengalaman hidup seorang penyanyi di Amerika.
Penyanyi tsb dulunya tidak PD karena wajahnya tidak terlalu
cantik dan giginya tonggos. Saat menyanyi di pub, dia repot mengatur
bibirnya supaya giginya yang tonggos tidak dilihat orang. Hasilnya:
ia hanya bisa menghasilkan suara yang pas-pasan. Ketika temannya
meyakinkan bahwa giginya yang tonggos itu bukanlah masalah, maka iapun bisa menyanyi dengan bebas dan meng-eksplore suara emasnya.
Ternyata orang-orang mengingat penyanyi itu karena kualitas
suaranya, bukan parasnya yang jelek dengan gigi tonggosnya.
Kitapun meyakini bahwa Tuhan menciptakan setiap kita (manusia) dengan maksud yang terbaik demi kemuliaan-Nya. Kalau saja kita meyakini hal tersebut, maka semua orang akan mensyukuri keadaan dan memanfaatkan talenta yang Tuhan berikan untuk kemuliaan-Nya.
Sumber: Milist
Selasa, Desember 02, 2008
PENGANUT PRE-, MID-, POST- TRIBULASI
Oleh Dr. W. A. Criswell
Diadaptasi Dr. Eddy Peter Purwanto
Khotbah ini dikhotbahkan pada kebaktian Minggu Pagi, 26 Pebruari 1984
di First Baptist Church in Dallas
Ini adalah gembala kita yang akan menyampaikan khotbah pertama dari seri khotbah doctrinal yang berhubungan dengan ekskatologi, doktrin akhir zaman, pengajaran Kitab Suci berhubungan dengan kedatangan Kristus yang kedua kali dan akhir dari dunia ini.
Judul khotbah hari ini adalah, "Penganut Pre-, Mid-, dan Post-Tribulasi." Ini adalah suatu studi dari Kitab Suci tentang kedatangan Tuhan kita bagi umat-Nya, hari pengangkatan (rapture) gereja. Pengangkatan gereja Tuhan ini disebut rapture. Apakah ini terjadi sebelum Kesusahan Besar? Atau terjadi setelah Kesusahan Besar? Atau tidak akan ada rapture sama sekali? Atau apakah sebagian dari kita akan mengalami pencobaan dan Kesusahan, dan sementara yang lain akan diangkat sebelum Kesusahan Besar itu? Inilah yang akan kita diskusikan pada pagi ini.
Allah mengasihi Anda dengan kebaikan yang riil. Anda lihat, saya telah menemukan kebenaran Allah bagi diri saya sendiri. Saya tidak tahu sampai saya belajar, dan ini adalah pembelajaran yang sangat berat. Semua tentang doktrin ini telah mendatangkan konfrontasi dan kontroversi dan konflik di gereja. Doktrin ini muncul dari konfrontasi dan konflik serta kontroversi.
Sebagai contoh, ketika saya mempertahankan Alkitab Perjanjian Baru di tangan saya, saya membaca setiap halaman dari Kitab Suci ini dan menemukan doktrin yang agung tentang keselamatan melalui anugerah, dan bukan melalui pekerjaan hukum Taurat. Saya tidak perlu memelihara dan mentaati Taurat Musa untuk beroleh keselamatan. Saya diselamatkan melalui percaya dan menerima di dalam kasih dan anugerah penebusan Yesus, Tuhan saya. Jadi itulah doktrin Perjanjian Baru, namun itu pun datang setelah terjadinya kontroversi atau perdebatan. Paulus terus diikuti dan diserang oleh orang-orang yang disebut "penganut agama Yudaisme" di sepanjang perjalanan misi dan hidupnya – mereka adalah orang-orang yang berpikir bahwa Anda tidak dapat diselamatkan oleh anugerah Tuhan, melalui percaya di dalam Yesus. Anda harus diselamatkan dengan memelihara hukum Taurat, selain percaya kepada Tuhan. Dan dari kontroversi inilah lahirlah Alkitab Perjanjian Baru.
Seperti dalam sepanjang abad, terus menerus terdapat kontroversi tentang ajaran Kristologi dalam gereja Perjanjian Baru mulai pada zaman Kekristenan abad-abad pertama. Ada bidat Arius dan kontroversi pengajaran Arian; ada Nestorius dan kontroversi pengajaran Nestorian; Eutyches dan kontroversi pengajaran Eutychean, dan masih banyak yang lainnya. Dan dari kontroversi-kontroversi ini lahirlah doktrin orthodoks yang agung tentang doktrin bahwa Anak Allah sepenuhnya Illahi dan sepenuhnya manusia.
Berikutnya, Anda menemui kontroversi pengajaran Pelagian, yang mana di satu sisi ada pendirian Pelagius dan di sisi lain berdiri Agustinus. Dan dari perdebatan ini lahirlah doktrin yang agung berhubungan dengan asal usul dosa dan anugerah Allah.
Kemudian ada lagi kontroversi yang luar biasa pada masa Reformasi, yang dipimpin oleh Martin Luther dan John Calvin dan John Knox dan Zwingli, yang mana dari kontroversi ini lahirlah doktrin yang agung tentang iman yang kita pertahankan hari ini, bersama dengan pernyataan mereka yang agung sola scriptura – hanya Alkitab, hanya Kitab Suci saja.
Pada zaman berikutnya, ada lagi kontroversi berhubungan dengan predestinasi dan pemilihan dan misi dunia. Dan dari kontroversi antara John Ryland dan William Carey, Andrew Fuller – dan di Amerika, misionari tersohor pertama kita adalah Adoniram Judson dan Luther Rice, datanglah gerakan misi dunia di abad modern.
Selanjutnya, pada generasi kita, pada zaman kita, di abad belakangan ini, telah muncul kontroversi teologis berhubungan dengan kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Dan ada banyak teolog di segala tempat yang mempelajari dan yang menuliskan pemahaman yang terbaik tentang Firman Allah. Dan dari studi ini munculah khotbah seri kita tentang eskatologi – doktrin tentang kedatangan Kristus yang kedua. Dan pada pagi ini, kita akan membicarakan tentang apakah Tuhan akan mengangkat jemaat-Nya sebelum masa Tribulasi atau di tengah masa Tribulasi atau setelah masa Tribulasi; atau apakah tidak akan ada pengangkatan (rapture) gereja sama sekali?
LIMA PANDANGAN TENTANG PENGANGKATAN GEREJA
Saya meringkaskkan di sini lima pandangan teologis yang berbeda berhubungan dengan pengangkatan (rapture) gereja.
Pandangan Pre-Tribulasi Rapture
Yang pertama adalah pandangan yang mengatakan bahwa gereja akan diangkat sebelum masa Tribulasi, dan ini disebut Pre-Tribulasi Rapture, yang mana pengajaran ini mengatakan bahwa Tuhan akan datang secara imminent. Setelah kedatangan Tuhan bagi jemaat-Nya, dan setelah kita diangkat ke awan berjumpa dengan Tuhan di angkasa, dan kemudian kita akan berdiri di hadapan Kristus di bema, tahta pengadilan Kristus, dan kita diberi hadiah oleh Dia dari kasih dan pekerjaan kita bagi Dia. Kemudian kita masuk dalam Pesta Perjamuan Kawin Anak Domba. Dan setelah itu kita akan bersama dengan Dia turun lagi ke bumi. Dan setelah kembali ke bumi lagi ini, dan setelah terjadinya perang Harmagedon, kemudian kita masuk memerintah bersama Kristus dalam kerajaan seribu tahun atau millennium. Di akhir masa millennium akan terjadi pemberontakan Setan, dan setelah itu kita masuk ke dalam sorga yang kekal. Inilah pandangan yang pertama tentang doktrin ini, yaitu Pre-Tribulasi rapture gereja.
Pandangan Mid-Tribulasi Rapture
Interpretasi kedua dari para sarjana ini adalah Mid-Tribulasi raptur; yaitu bahwa gereja masuk dalam separuh atau tiga setengah tahun pertama dari masa Tribulasi, dan setelah tiga setengah tahun masa Tribulasi gereja akan diangkat oleh Tuhan. Jadi gereja diangkat di pertengahan masa Tribulasi.
Pandangan Post-Tribulasi Rapture
Interpretasi teologis ketiga adalah Post-Tribulasii raptur – yaitu bahwa gereja akan ikut mengalami masa kesusahan besar yang sangat mengerikan itu; dan setelah masa Tribulasi, gereja akan diangkat. Ini pada umumnya didasarkan pada satu ayat yang agung dalam Alkitab; yaitu, Matius 24:29. Tuhan kita berkata di dalam pengajaran apokaluptik-Nya di dalam Injil Matius, "Segera sesudah siksaan pada masa itu…Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit…. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya… dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi" (Matius 24:29-31). Jadi, para sarja Post-Tribulasi ini berkata bahwa di sini sangatlah jelas. Tuhan berfirman, "Segera sesudah siksaan pada masa itu, Allah akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi."
Namun bagi saya, jawaban untuk masalah ini sangatlah sederhana dan jelas. Orang-orang pilihan yang dimaksud oleh Tuhan di sini adalah orang-orang kudus pada masa Tribulasi. Mereka adalah orang-orang yang telah diselamatkan dan dimeteraikan di antara orang-orang Israel, umat Allah, dan para petobat non Yahudi mereka. Mereka bukan jemaat, karena jemaat telah diangkat pada masa itu, diangkat sebelum masa Tribulasi yang sangat mengerikan itu. Tribulasi berhubungan dengan minggu ketujuh Daniel, minggu terakhir dalam Yeremia 30:7 – ini dihubungkan dengan masa "kesusahan besar bagi Yakub." Setelah pengangkatan (rapture) jemaat, orang-orang kudus dari masa Tribulasi ini tidak terlupakan. Mereka akan dibangkitkan dari antara orang mati menurut Wahyu 20:4-5. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dibiarkan tetap di dalam kubur. Tidak ada tulang yang dibiarkan tetap berada dalam kubur. Orang-orang kudus dari masa Tribulasi ini akan dibangkitkan dari antara orang mati, dan ini dengan sangat jelas dijelaskan dalam Wahyu 20:4-5. Namun itulah posisi dari Post-Tribulasi – yaitu bahwa jemaat akan masuk ke dalam masa kesusahan besar atau Tribulasi, dan setelah masa itu berakhir, jemaat akan diangkap/diraptur.
Pandangan Partial Rapture
Posisi doktrinal keempat dari para sarjana modern adalah partial rapture; mereka berpendapat bahwa hanya orang-orang Kristen yang rohani saja yang akan diangkat, dan orang-orang Kristen kedagingan/duniawi akan ditinggalkan untuk masuk ke dalam masa kesusahan yang sangat mengerikan itu. Namun ada ayat dalam Kitab Suci, yaitu 1 Korintus 15:51 yang berkata, "Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah." Di sini dikatakan bahwa bukan beberapa dari kita yang akan diubahkan, bukan beberapa dari kita yang akan diangkat, bukan beberapa dari kita yang akan dimuliakan dan sementara beberapa dari kita akan ditinggalkan untuk mengalami Tribulasi, namun kita semua akan diubahkan, "Tetapi kita semuanya akan diubah" (1 Korintus 15:51). Pada kenyataannya, secara doktrinal, kita tahu bahwa tak ada satupun dari kita yang layak di hadapan Tuhan. Hanya oleh kasih karunia Allah saja kita diselamatkan, oleh sebab itu setiap kita yang telah diselamatkan oleh kasih karunia Allah itu tidak akan ditinggalkan untuk mengalami masa penghakiman yang sangat mengerikan itu, atau tidak akan terjadi bahwa beberapa dari kita, yang kita pikir lebih rohani akan diangkat untuk berjumpa dengan Tuhan dan sementara yang lain ditinggalkan.
Bolehkah saya sejenak membahas doktrin ini? Jika kita harus masuk ke dalam Tribulasi supaya diselamatkan, maka jika demikian keselamatan bukanlah berasal dari anugerah atau kasih karunia, namun melalui perbuatan atau pekerjaan dan penderitaan kita, atau oleh karena sesuatu yang kita lakukan. Kita diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan kita. Tidak seorangpun dari kita yang layak, namun Kristus telah mati bagi kita untuk menggantikan posisi kita, dan hanya di dalam kasih dan kebaikan-Nya kita dapat diterima ke dalam hadirat Allah yang begitu mulia.
Pandangan yang Mengatakan bahwa Tidak akan ada Rapture
Selanjutnya, posisi kelima adalah pandangan yang mengatakan bahwa tidak akan ada rapture atau hari pengangkatan. Tidak akan ada Tribulasi. Tidak akan ada Harmagedon. Tidak akan ada Millenium. Tidak akan ada kebangkitan secara khusus. Saya mengatakan bahwa orang-orang "setengah kafir" (half-infidels) ini menulis dan mengajar di sekolah-sekolah dan di gereja-gereja. Mereka tidak percaya apapun yang dapat saya fahami. Beberapa dari mereka kelihatannya mungkin mempercayai Sepuluh Perintah Tuhan. Beberapa dari mereka mungkin percaya pengajaran-pengajaran dalam Golden Rule. Namun mereka tidak mempedulikan apa yang mereka pelajari dan meninggalkan kepercayaan mereka yang mutlak terhadap kebenaran Kitab Suci. Jadi saya tidak mempedulikan mereka sama sekali, dan tentu saja mereka juga tidak mempedulikan saya. Jadi kami tidak saling mempedulikan. Jika Anda tidak percaya Firman Allah, maka saya tidak memiliki sesuatu untuk dapat saya katakan kepada Anda. Namun jika Anda mempercayai Firman Allah – oh, betapa berlimpahnya penyataan dari Roh-Nya yang dapat kita peroleh.
14 ALASAN MENGAPA SAYA PERCAYA PANDANGAN PRE-TRIBULASI RAPTURE
Selanjutnya inilah posisi saya. Saya memiliki empat belas alasan mengapa saya percaya bahwa gereja akan diangkat sebelum masa tribulasi (Pre-Tribulasi raptur) – bahwa kita akan diangkat berjumpa dengan Tuhan sebelum penghakiman yang luar biasa diturunkan ke atas bumi ini. Ada lima belas alasan mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi rapture, bahwa gereja akan diangkat sebelum masa Tribulasi.
Karena Garis Besar Kitab Wahyu
Alasan pertama mengapa saya percaya gereja akan diangkat sebelum kesusahan besar adalah karena garis besar dari Kitab Wahyu, Kitab Apokalupsis, Kitab terkahir dari Alkitab. Melalui inspirasi, Allah memberikan kepada kita garis besar dari Kitab Wahyu. Ini terdapat dalam Wahyu 1:19: "Karena itu tuliskanlah," kata malaikat kepada Rasul Yohanes, "tuliskanlah apa yang telah kaulihat," – itu yang pertama, kemudian "baik yang terjadi sekarang" – itu yang kedua, dan "maupun yang akan terjadi (meta tauta ) sesudah ini" (Wahyu 1:19). Itu adalah garis besar yang luar biasa dari Kitab Wahyu. Jadi Yohanes duduk sendiri, dan ia menuliskan segala sesuatu yang telah ia lihat; yaitu, visi dari Kristus yang telah dimuliakan. Dan itu terdapat dalam Wahyu pasal pertama. Kemudian ia diperintahkan untuk menuliskan "hal-hal yang terjadi sekarang." Dan Yohanes kemudian duduk dan menulis pasal 2 dan 3, -- "hal-hal yang terjadi sekarang" – ini adalah zaman gereja. Dan ia mengirimkan surat kepada tujuh jemaat di Asia – "hal-hal yang terjadi sekarang." Dan sekarang yang ketiga: ia menuliskan "hal-hal yang akan terjadi sesudah ini – meta tauta. Jadi saya sedang menanti meta tauta ini – yaitu hal-hal yang akan terjadi setelah zaman gereja, hal-hal yang akan terjadi setelah gereja diangkat.
Saya sedang menanti meta tauta itu, dan saya menemukannya dalam Wahyu pasal empat, ayat satu: "Kemudian dari pada itu – meta tauta – aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: 'Naiklah ke mari' (Wahyu 4:1), dan setelah itu gereja/jemaat tidak nampak lagi. Jemaat tidak kelihatan lagi dan tidak ditekankan lagi sampai jemaat turun kembali dari sorga bersama dengan Kristus dalam Wahyu pasal sembilan belas. Dan antara kata-kata yang terdapat dalam pasal empat ini dan kembalinya jemaat ke bumi dalam pasal sembilan belas, itu adalah masa Tribulasi Besar, masa pencobaan dan kesusahan yang sangat mengerikan. Itulah alasan pertama mengapa saya percaya pandangan Pre-Tribulasi raptur atau bahwa gereja akan diangkat sebelum masa kesusahan besar, yaitu karena garis besar dari Kitab Wahyu, yang mana Allah telah mengatakan segala sesuatu yang terjadi.
Karena Tribulasi adalah Minggu Ketujuh Seperti dalam Nubuatan Daniel
Alasan yang kedua mengapa saya percaya pandangan Pre-Tribulasi raptur adalah karena Tribulasi adalah minggu ketujuh seperti dalam nubuatan Daniel. Minggu ketujuh dalam nubuatan Daniel ini adalah minggu terakhir yang merupakan kesimpulan dari sejarah umat pilihan Allah, yaitu bangsa Israel. Minggu ketujuh dalam nubuatan Daniel adalah masa Kesusahan Besar atau Tribulasi dalam Wahyu 4:19. Tribulasi berhubungan dengan Israel dan bukan jemaat. Daniel 9:24 berkata, "Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus." Jadi nubuatan ini berbicara tentang Yerusalem, tentang Mesias yang disingkirkan atau ditolak, tentang kedatangan Anti-Kristus, dan tragedi serta penghancuran pada minggu terakhir. Apa yang telah saya baca dalam nubuatan Daniel ini persis dengan apa yang saya baca dalam Kitab Wahyu.
Periode waktu, yang disebut "minggu" oleh Daniel, dibagi menjadi dua bagian. Dalam Daniel 9:27, dijelaskan ada tiga setengah tahun pertama dan tiga setengah tahun kedua. Dan dalam Daniel 7:25, itu disebut, "ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa." Dalam Daniel 12;7, itu disebut "Satu masa dan dua masa dan setengah masa." Jadi, ketika saya membaca itu dalam Kitab Daniel, nubuatan itu berhubungan dengan Israel dan penghakiman agung Allah atas Israel, dan hal yang sama saya temukan dalam Kitab Wahyu. Dalam Wahyu 11:2, "empat puluh dua bulan lamanya." Dalam Wahyu 11:3 dan Wahyu 12:6, "seribu dua ratus enam puluh hari lamanya." Dalam Wahyu 12:14, "satu masa dan dua masa dan setengah masa." Jadi apa yang saya baca dalam Kitab Daniel berhubungan dengan minggu terakhir, yaitu tujuh tahun masa Tribulasi atau penghakiman itu, persis seperti yang saya temukan dalam Kitab Wahyu, baik kata-katanya, maupun catatan masanya.
Karena Gambaran Raptur ada dalam Wahyu 4:1
Alasan ketiga mengapa saya percaya gereja akan diangkat sebelum masa Tribulasi adalah karena rapture adalah suatu tanda atau sign-ified. Anda mengucapkan kata ini dalam bahasa Inggris "signified." Ini digambarkan dalam Wahyu 4 dan 1. Anda tahu, saya berpikir bahwa kita akan memiliki ide dan pemahaman yang berbeda tentang pengucapan kata ini dengan dalam bentuk tertulisnya. Ini dituliskan menjadi "sign-ified." Dalam Wahyu 1:1, malaikat diutus dan ia menunjukkan (sign-ified) Wahyu kepada Rasul Yohanes; yang mana wahyu itu datang kepadanya dalam gambaran-gambaran panorama. Namun kita tidak akan memahaminya jika kita mengucapkan kata ini "signified." Ini adalah "sign-ified." Sebagai contoh, Yohanes melihat Anak Domba yang disembelih. Itu adalah gambaran tentang kematian – darah penebusan Tuhan kita Yesus Kristus. Dan Kitab Wahyu adalah suatu gambaran. Itu adalah "sign-ified," presentasi panoramic tentang zaman akhir.
Sekarang marilah kita melihat kata "sign" ini – "sign-ified." Dalam Wahyu 4:1: "Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari." Dan pada saat Yohanes masuk pintu itu ke sorga, sejak saat itu jemaat tidak nampak lagi dan tidak pernah dibicarakan lagi sampai jemaat bersama dengan Yohanes ditemukan lagi dalam Kitab Wahyu pasal sembilan belas. Tidak ada rapture atau pengangkatan yang ditekankan dalam Wahyu pasal sembilan belas karena jemaat telah bersama dengan Tuhan, dan sedang kembali turun ke bumi bersama sang Juruselamat mereka.
Jadi, gambaran tentang itu, tanda tentang itu, ada dalam Wahyu 4:1, ketika Yohanes berkata, "Sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: 'Naiklah ke mari'" (Wahyu 4:1) dan orang-orang kudus Allah diangkat untuk berjumpa dengan Yesus di angkasa, diangkat kepada Tuhan. Dalam masa interval antara raptur dalam Wahyu 4:1 dan kembalinya jemaat bersama Tuhan dalam Wahyu 19:14, ada bema. Pada periode waktu itu ada bema, yaitu ketika kita berdiri di hadapan Kristus dan menerima pahala atas apa yang telah kita lakukan bagi Dia, dan pada masa itu juga terjadi Perjamuan Kawin Anak Domba. Dan masa itu ditutup ketika kita kembali turun ke bumi bersama dengan Kristus. Dan ketika kita turun lagi ke bumi, itu tertulis dalam Wahyu 19. Ketika kita kembali turun ke bumi bersama dengan Kristus, kita akan mengenakan jubah putih tanda kemuliaan. Semua itu terjadi di sorga bersama dengan umat Allah, dan sementara di bawah, di dunia ini terjadi masa tujuh tahun kesusahan besar atau Tribulasi yang sangat mengerikan.
Karena Orang-Orang Kudus telah ada di Sorga Sebelum Masa Tribulasi
Alasan keempat mengapa saya percaya pandangan Pre-Tribulasi raptur adalah karena di dalam Wahyu 4:4 dan 10 dikatakan bahwa sebelum masa Tribulasi, Yohanes melihat "dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka" (Wahyu 4:4). Mereka ini adalah orang-orang kudus Allah yang telah dibangkitkan dan diangkat. Mereka ada disorga, yang dijelaskan pada permulaan Wahyu pasal empat, dan setelah itu, sampai Wahyu pasal 19 terjadi masa Kesusahan atau Tribulasi Besar. Jadi orang-orang kudus Allah ini, jemaat-Nya, umat-Nya telah ada di sorga. Mereka memakai pakaian putih dan mereka telah dimahkotai. Mereka telah menerima pahala mereka, dan mereka telah ada bersama dengan Tuhan sebelum masa Tribulasi Besar.
Karena Tribulasi adalah Hari Besar Murka Allah
Alasan kelima mengapa saya percaya pandangan Pre-Tribulasi raptur adalah karena dalam Wahyu 6:17, Tribulasi disebut "hari besar murka [Allah]" (Wahyu 6:17). Itu adalah periode waktu tujuh tahun – yaitu minggu ketujuh dalam nubuatan Daniel dan masa antara Wahyu 4 dan 19. Jadi dalam Wahyu 6:17, Tribulasi ini disebut "hari besar murka Allah." Namun dalam 1 Tesalonika 1:10, Paulus berkata, "Yesus yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang." Dan dalam 1 Tesalonika 5:9, Paulus menulis kembali, "Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita." Jika tujuan keselamatan saya adalah bahwa saya harus melalui penghukuman dan murka dari Allah yang Mahakuasa, maka saya tidak akan diselamatkan. Namun Allah dengan jelas berfirman seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus, "Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka" (1 Tesalonika 5:9), namun Allah telah menyelamatkan kita dari murka itu di dalam kasih dan anugerah Anak-Nya, yaitu Juruselamat kita.
Janji Kristus bahwa Jemaat akan Diselamatkan dari Peirasmos
Alasan keenam mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena janji Kristus kepada jemaat Fildadelphia bahwa mereka pasti diselematkan dari peirasmos. Peirasmos berarti "tribulasi, pencobaan, bencana, kesusahan." Allah berjanji kepada jemaat di Filadelfia bahwa jemaat itu akan diselamatkan dari peirasmo yang harus terjadi di bumi ini. Bacalah Wahyu 3:7,
Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia….Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu [pintu sorga tebuka] bagimu…. Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan [peirasmos, tribulasi, pencobaan, bencana, kesusahan] yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai [peirasai, bentuk verbal dari kata peirasmos] mereka yang diam di bumi." (Wahyu 3:7-10)
Jemaat Tuhan kita Yesus Kristus tidak ditentukan untuk mengalami kesusahan besar atau tribulasi, namun ditentukan untuk masuk sorga. Itulah tempat yang telah Ia sediakan bagi kita, supaya kita bersama dengan Dia di sorga, dan bukan di sini, di dunia ini untuk mengalami kesusahan besar yang merupakan penghukuman Allah bagi orang-orang yang menolak Dia.
Karena Raptur adalah untuk Orang Percaya, dan Tribulasi adalah untuk Dunia yang tidak Percaya
Alasan ketujuh mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena raptur adalah untuk jemaat ketika menerima pahala mereka, sedangkan Tribulasi adalah milik dunia yang tidak percaya sebagai pembalasan dari ketidak-percayaan mereka. Ini adalah pahala kita yang sangat berharga dan terindah, yang mana di dalam Kristus kita akan diangkat kepada Tuhan kita di sorga, dan berbagai penghakiman dari Tuhan kita akan dicurahkan ke atas orang-orang yang tidak percaya di dunia.
Karena Allah tidak dapat Mulai Menjatuhkan Penghakiman, yaitu Tribulasi, Sebelum Kita Dipastikan Selamat dan telah ada di Sorga
Alasan kedelapan mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena Allah tidak dapat memulai menghukum dunia dengan Tribulasi, sebelum kita dipastikan selamat dan telah ada di sorga. Perhatikanlah Firman Allah, karena seperti itulah yang ditegaskan oleh Allah. Dalam Kejadian 7:1: "Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini." Allah tidak mencurahkan murka dan penghukuman-Nya yang dahsyat atas masyarakat antediluvian sebelum Nuh mempersiapkan bahtera dan telah aman di dalamnya. Penghukuman atas dunia itu tidak terjadi sebelum Nuh aman dari penghakiman Allah yang Mahakuasa. Juga, perhatikan kasus Lot dalam Kejadian 19:22. Tuhan, malaikat berkata kepada Lot, "Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana" (Kejadian 19:22). Allah tidak dapat menurunkan api dan membakar Sodom sebelum Lot dan keluarganya telah aman berada di luar kota itu. Selama orang benar ini ada di Sodom, Allah tidak dapat berbuat apa-apa. Sehingga malaikat itu berkata kepada dia, "Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Atau lihat lagi dalam Keluaran 11:4, difirmankan bahwa pada tengah malam Tuhan akan,
"berjalan dari tengah-tengah Mesir, maka tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati,… Dan seruan yang hebat akan terjadi di seluruh tanah Mesir…. Tetapi kepada siapa juga dari orang Israel, seekor anjingpun tidak akan berani menggonggong, baik kepada manusia maupun kepada binatang, supaya kamu mengetahui, bahwa TUHAN membuat perbedaan antara orang Mesir dan orang Israel." (Keluaran 11:4-7).
Allah tidak akan mengirim malaikat maut atas Mesir sampai Israel telah aman di bawah darah penebusan. Dan kemudian kisah ini ditutup dengan Keluaran 12:41: "Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir." Itulah Allah. Apakah semua orang Israel ini benar atau layak di hadapan Tuhan? Tidak. Beberapa dari mereka bukanlah orang yang saleh, tetapi oleh karena mereka adalah umat Allah dan mereka telah mengoleskan darah penebusan membentuk salib di ambang pintu rumah mereka, maka Allah menyelamatkan mereka. Seperti itu jugalah yang sedang Allah perbuat bagi kita. Mungkin ada orang dari antara kita yang ditemukan paling lemah di dalam Yesus Kristus, namun jika kita telah diarahkan kepada Dia, Dia akan menyelamatkan kita walau betapa kecilnya iman kita dan betapa lemahnya hidup dan komitmen kita. Ini semata-mata adalah anugerah Allah yang diberikan kepada kita. Dan sekarang, mari meringkas alasan kedelapan ini. Allah tidak dapat menurunkan penghukuman-penghukuman-Nya atas bumi ini selama kita masih ada di dalamnya. Pertama-tama kita akan diangkat, dan baru setelah itu hari penghukuman datang.
Karena Kita adalah Bait Roh Kudus
Alasan kesembilan mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi rapture adalah karena Roh Kudus diam dalam hati orang percaya dan ada di dalam sidang jemaat. Ada dua tempat yang Allah katakan tentang di mana Roh Kudus Allah tinggal. Ia berdiam di dalam hati saya, dan Ia berdiam di dalam jemaat Allah. Dan ketika saya datang ke gereja, saya sedang datang bersama dengan Roh Kudus. Dan begitu juga halnya dengan Anda. Dan ketika berkumpul bersama dalam jemaat ini, Roh Kudus ada di tengah-tengah kita. Roh Kudus yang berdiam dalam hati orang percaya dan jemaat Tuhan itu harus disingkirkan terlebih dahulu sebelum Antikristus dapat mencapai goal dan tujuannya. Itu dengan jelas dituliskan dalam 2 Tesalonika 2:7, "Tetapi sekarang masih ada yang menahan" – ho katechon, dari kata katecho yang berarti "suatu penahan, suatu pengendali" – "tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka" – ho anomos, Manusia Durhaka, Antikristus – "baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali" pada kedatangan parousia-Nya (2 Tesalonika 2:7-8).
Selama kita masih ada di dunia ini, Roh Kudus ada di dalam kita. Selama kita masih ada di dalam dunia ini, Antikristus tidak dapat menguasai dunia. Karena hanya bila jemaat Tuhan, yang adalah bait Roh Kudus diangkat, maka Antikristus baru bisa memulai kerajaannya pada periode Tribulasi. Ini dengan jelas ditegaskan dalam pasal yang sama, yaitu 2 Tesalonika 2, "Orang-orang yang harus binasa… tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta" (2 Tesalonika 2: 10, 11). Dan ketika Antikristus muncul sebagai pemimpin yang menciptakan perdamaian, kemakmuran dan masa depan dunia ini, itu karena pada waktu Roh Kudus telah diangkat bersama dengan bait-Nya, yaitu jemaat-Nya. Sebelum itu Antikristus tidak dapat berbuat apa-apa.
Ijinkan saya untuk menunjukkan ini kepada Anda dari Kitab Suci. Wahyu pasal enam mulai dengan pembukaan meterai-meterai. Ketika meterai pertama dibuka, ada seeokor kuda putih dan orang yang menungganginya adalah seorang penakluk. Itu adalah Antikristus. Kemudian ia diikuti oleh meterai kedua, seeokor kuda merah padam dan orang yang menungganinya adalah pembunuh dan perang. Dan ia diikuti oleh meterai ketiga, kuda hitam, kelaparan dan pembinasaan. Dan ia diikuti meterai keempat, seekor kuda hijau kuning, dan yang menungganinya adalah maut dan kerajaan maut mengikutinya. Ketika jemaat telah diangkat, bumi dipenuhi dengan keputusasaan dan tanpa ada pengharapan. Tidak ada yang lain di bumi selain pembunuh dan penumpah darah dan kesusahan serta kelaparan. Dan pada saat itulah muncul pribadi yang menjanjikan kemakmuran dan kejayaan kepada semua bangsa. Dan seluruh dunia akan mengikuti dia. Dan orang itu adalah Antikristus seperti yang disebutkan Alkitab.
Karena Kedatangan Kristus bagi Jemaat-Nya Bersifat Rahasia
Alasan kesepuluh mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena kedatangan Tuhan bagi jemaat-Nya bersifat rahasia. Raptur atau hari pengangkatan bersifat rahasia tanpa adanya pengumuman atau pemberitahuan. Hanya Allah Bapa yang mengatahuinya. Itu dengan jelas dikatakan dalam Matius 24:36 oleh Tuhan kita, dan dalam Markus 13:32. Orang-orang pada zaman Nuh tidak tahu kapan datangnya air bah itu, sampai air bah itu datang. Orang-orang di kota Sodom dan Gomora tidak menyadari bahaya yang akan menimpa mereka sampai akhirnya hujan api dan belerang itu diturunkan atas mereka. Dan orang-orang di bumi tidak akan mengetahuinya sampai tiba-tiba jemaat diangkat. Kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus secara terus menerus dipresentasikan oleh Alkitab bahwa Ia akan datang seperti pencuri pada malam hari. Itu ada dalam Lukas 12:13-40. Itu ada dalam 1 Tesalonika 5:2-4. Itu ada dalam 2 Petrus 3:10. Itu ada dalam Wahyu 3:3, dan lagi dalam Wahyu 16:15. Ia berkata, "Aku datang seperti pencuri." Tak seorangpun tahu. Ia datang secara diam-diam untuk harta-Nya, mutiara berharga-Nya, yaitu Anda. Ia telah menyerahkan hidup-Nya untuk Anda, dan Ia datang untuk membawa Anda.
Sekarang perhatikan ini. Jika Kristus datang untuk jemaat-Nya setelah masa Tribulasi, itu bukan surprise lagi. Mengapa? Karena Tribulasi adalah suatu periode waktu yang telah diketahui berapa lamanya. Perhatikanlah hal-hal yang disingkapkan pada masa Tribulasi. Yang pertama, orang-orang Yahudi akan dikumpulkan ke tanah Israel dari seluruh dunia, kemudian terjadi penganiayaan besar, seluruh dunia memusuhi Yahudi, menyerang Israel. Hal yang kedua, Bait Suci akan dibangun kembali. Anda tidak melihat lagi Bait Suci di Israel sekarang, namun itu akan dibangun kembali dan itu terjadi pada masa Tribulasi. Ketiga, Antikristus akan membuat perjanjian dengan bangsa Yahudi. Keempat, setelah tiga setengah tahun pertama, ia akan mengkhianati perjanjian dengan orang Yahudi itu. Kelima, ia mengangkat dirinya sendiri sebagai Allah. Ia duduk di Bait Suci di Yerusalem dan mengangkat dirinya sebagai Allah dan menuntut untuk disembah. 2 Tesalonika 2:4 menjelaskan itu. Ini disebut "pembinasa keji," yang dibicarakan oleh Daniel dalam Daniel 9:27; 11:31; 12:11 dan yang ditegaskan oleh Yesus dalam Matius 24:15. Ia akan duduk di ruang maha kudus dan menuntut penyembahan terhadap dirinya sebagai allah. Ketujuh, ia didukung oleh sistem agama dunia seperti yang dijelaskan dalam Wahyu 17. Seluruh sistem agama dunia akan mendukung Antikristus duduk dalam ruang maha kudus sebagai Allah. Delapan, Ia tidak hanya akan didukung oleh semua agama dunia seperti yang dijelaskan dalam Wahyu 17, namun berbagai tulah dan penghakiman Allah yang Mahakuasa yang bergitu dahsyat dan mengerikan juga akan dicurahkan ke atas bumi ini, dan jika kita masih ada dibumi, maka dengan mudah kita dapat mengetahuinya dan menceritakannya. Kesembilan, akan ada perang Harmagedon yang dahsyat. Kesepuluh, ada raja dari Timur bersama dengan dua ratus juta orang. Jika pengangkatan gereja terjadi setelah semua hal ini terjadi, maka itu bukan surprice lagi.
Karena Kedatangan Tuhan kita Bersifat Segera
Alasan kesebelas mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena kita diperintahkan dan diperingatkan oleh Alkitab bahwa kedatangan Tuhan kita itu segera. Kita harus hidup dalam immanency, atau selalu berpikir bahwa Ia akan datang segera. Ia mungkin datang seribu tahun yang akan datang. Ia mungkin datang sebelum saya selesai berkhotbah ini. Para rasul hidup seperti itu. Jemaat mula-mula diajar seperti itu. Kita bekerja dan hidup dengan berpikir bahwa mungkin Tuhan datang pada saat ini.
Karena Janji Tuhan kita
Alasan keduabelas mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah oleh karena kita terus menungguh penuh pengharapan untuk kedatangan Tuhan kita bagi kita. Kita percaya janji Yesus dalam Yohanes 14, "Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada." Paulus, dalam 1 Korintus 7:29, menulis, "Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli" (1 Korintus 7:29-30). Karena mungkin Yesus datang untuk kita pada saat ini, pada hari ini, pada jam ini, dan kita senantiasa menanti dan mengharapkan kedatangan-Nya. Seperti yang dikatakan oleh Martha Branham terkasih, "Penebusan kita makin dekat." Kita harus siap sedia menyambut kedatangan-Nya. 1 Yohanes 2:28 berkata, "Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan – epiphany, phanerothe – diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya – parousia" (1 Yoh. 2:28).
Karena Apa yang akan Kita Nantikan
Alasan ketigabelas mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena dalam Titus 2:12-13 dikatakan, "Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan -- epiphaneia -- kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus." Bolehkah saya mengomentari itu? Saudaraku, apa yang akan kita nantikan? Apakah kita sedang menantikan Tribulasi? Apakah kita sedang menantikan penghakiman? Apakah kita sedang menantikan Antikristus? Tidak. Kita sedang menantikan Tuhan kita, Yesus, yang mungkin saja datang beberapa jam lagi, atau bahkan mungkin beberapa menit lagi. Kita sedang menantikan Yesus. Kita sedang mengharapkan kedatangan-Nya. Kita percaya kepada janji-Nya ketika Ia berkata, "Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada" (Yohanes 14:3). Dan kita tidak sedang menantikan Tribulasi, tetapi sedang menantikan Yesus.
Karena Kedatangan Kristus tidak Menunggu Tribulasi Besar, Namun Menunggu Jiwa-Jiwa Diselamatkan
Alasan keempatbelas mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah oleh karena kedatangan Kristus tidak mengunggu Tribulasi/Kesusahan Besar, namun menunggu jiwa-jiwa diselamatkan. Mengapa Tuhan menunda kedatangan-Nya? Mengapa Ia tidak datang sekarang? 2 Petrus 3:9 memberikan jawabannya: "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." Itulah sebabnya mengapa Tuhan menunda kedatangan-Nya, karena banyak dari antara kita yang belum sungguh-sungguh diselamatkan atau menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi kita. Karena Ia tidak mengharapan ketika Dia datang kita masih terhilang, namun Ia ingin agar ketika Ia datang kita telah diselamatkan. "Sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk" (Roma 11:25), barulah Yesus datang. Dan setelah itu Ia akan mulai mencurahkan berkat karunia-Nya kepada Israel, dan Paulus berkata, "Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan" (Roma 11:26).
Yesus datang, Yesus datang
Memilih permata
Cemerlang permata indah
Kesayangan-Nya
Yesus minta, Yesus minta
Permata juita,
Yang tersuci, yang terindah
Kesayangan-Nya
Tiap anak, tiap anak
Yang kasih pada-Nya
Anak itulah permata
Kesayangan-Nya
Bagai bintang kejora,
Segala permata
Gemerlapan bercah'ya
Di mahkota-Nya
(When He Cometh, / Terjemahan Nyanyian Pujian No. 83.)
Saudaraku, bukalah hati Anda untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadimu dan Anda akan menerima janji-Nya yang agung. Dan agar ketika Ia mengangkat orang-orang kudus-Nya, itu diantaranya adalah Anda. Datanglah kepada Yesus, percayalah kepada Dia sekarang juga, sebelum waktunya telah ditutup bagi Anda dan Anda ditinggalkan dalam Kesusahan Besar oleh karena ketidakpercayaan Anda kepada sang Juruselamat. Amin.
http://www.wacriswell-indo.org/eskatologi%202.htm
Senin, Desember 01, 2008
BERITA MINGGUAN WAY OF LIFE
Graphe International Theological Seminary (GITS) Jak-Ut
HOMOSEKSUAL NGAMUK
Setelah diluluskannya undang-undang Proposition 8 di Kalifornia, yang
melarang pernikahan homoseksual, para homoseks mempertunjukkan semangat anti-Kristen mereka yang tidak toleran. Pada tanggal 16 November, ada demonstrasi di 300 kota di seluruh Amerika. Dengan memfitnah keyakinan
Kristiani melawan homoseksual sebagai “kebencian,” para pemrotes membawa
berbagai papan yang bertuliskan “Don’t Spread H8.” Para pemrotes terkadang
menggunakan kekerasan dan menargetkan orang-orang Mormon, Gereja Katolik, Injili, Pantekosta, dan yang lainnya yang mendukung pelarangan itu. Para homoseks mengklaim bahwa kasus mereka adalah kasus hak asasi, dengan slogan-slogan seperti “Gay adalah kulit hitam yang baru,” walaupun
sebagian besar orang kulit hitam dan Hispanik mendukung larangan
Kalifornia atas “pernikahan” sama jenis. Beratus-ratus aktivis homoseksual
yang ganas menargetkan gereja Rick Warren Saddleback Church pada tanggal 9
November, walaupun dia dan istrinya telah sengaja menyatakan “toleransi”
mereka akan kerusakan moral para homoseks dan juga menyatakan sedia untuk bekerja dengan mereka untuk membangun “kerajaan Allah.” Cindy Gorman,
seorang resepsionis gereja tersebut mengatakan bahwa ia menerima lusinan
telpon yang marah-marah dan yang mengancam. Mereka mengatakan, “Kalian
dalam bahaya” (”Homosexuals Protest Warren’s Church,” CNSNews.com, 14 Nov. 2008). Dalam sebuah protes di Palm Springs, California, seorang wanita 69
tahun yang memikul sailb Styrofoam diludahi dan dipukul kepalanya. Salib
itu dirobek dari tangannya dan diinjak-injak hingga hancur. Insiden ini
tertangkap oleh video dari KPSP-TV-Chanel 2, yaitu afiliasi CBS di Palm
Springs, dan dimasukkan dalam YouTube (Ibid., CNSNews.com) . Wanita itu
memberitahu koran Desert Sun bahwa “mereka seperti kumpulan anjing.”
Tanggal 14 November, beratus-ratus homoseksual menyerang sebuah grup
Kristen di Distrik Castro, San Francisco, sambil menyerukan kata-kata
kotor, menyiram mereka dengan kopi panas, memukul salah satu dari mereka
di kepala dengan Alkitab, menendang mereka, dan mengancam akan membunuh mereka (”Sparks Fly as `Gay’ Activist Mob Swarms Christians,”
WorldNetDaily, 17 Nov. 2008). Para Kristen itu bahkan bukan sedang
berkhotbah, melainkan hanya berdoa dan menyanyikan himne. Pada tanggal 9
November, para pemrotes homoseksual yang berafiliasi dengan Bash Back,
mengganggu jalannya sebuah kebaktian di Mount Hope Church di Lansing,
Michigan, yang masuk denominasi Sidang Jemaat Allah. Para aktivis
(homoseks) tersebut membunyikan alarm kebakaran, menggantung banner dari
balkon, melempar selebaran dan kondom dan confetti, sambil meneriaki para
anggota jemaat, menampilkan sebuah salib merah muda yang terbalik, dan
menggunakan sebuah megafon untuk menyerukan slogan-slogan seperti “Yesus homo” (”Gay Rights Protesters Disrupt Sunday Service,” Lansing State
Journal, 12 Nov. 2008; “Gay Anarchist `Action’ Hits Church,” Lansing City
Pulse, 11 Nov. 2008). Dua orang lesbian berdiri di mimbar dan berciuman.
Para pemrotes lainnya, yang menyebut diri mereka sendiri sebagai “fags,”
lari bolak-balik di lorong gereja. Selebaran-selebaran yang mereka
lemparkan menyatakan, “Kami spesialis dalam mengkonfrontasi homofobia,
transfobia, dan sebuah bentuk opresi lainnya.” Departemen sheriff
berespons, tetapi seolah-olah tidak serius, sebagaimana tipikal dalam
kekacauan yang disebabkan oleh homoseksual; mereka tidak menahan
siapa-siapa atau mengajukan tuntutan. Jika orang Kristen yang melakukan
semua itu dalam sebuah rally homoseksual, maka anda bisa pasti mereka akan
ditangkap dan dituntut undang-undang “kebencian,” and media akan menyoroti kelakuan seperti itu di depan publik 24 jam sehari. Pada tahun 2004,
sebelas orang Kristen dalam organisasi Repent America ditangkap dan
dituntut dengan berbagai kejahatan, hanya karena mereka melakukan protes
terhadap sebuah “Outfest” (semacam festival) homoseksual di Philadelphia.
OBAMA MENOLAK DOKTRIN ALKITAB TENTANG NERAKA
Dalam sebuah wawancara dengan Cathleen Falsani dari Chicago Sun Times,
Barack Obama dengan jujur mengatakan bahwa ia tidak membaca Alkitab
ataupun berdoa secara reguler. Ia curiga terhadap dogma dan kepastian, dan
merasa bahwa “agama paling baiknya harus disertai dosis keraguan yang
besar” (”Obama’s Fascinating Interview with Cathleen Falsani,” BeliefNet,
11 Nov., 2008). Ia percaya bahwa Yesus adalah seorang guru yang hebat,
bahwa dosa adalah “keluar dari jalur nilai-nilai pribadi saya,” dan bahwa
surga bisa saja “sekarang ini atau nanti.” Ia tidak “berani berasumsi tahu
apa yang akan terjadi setelah saya mati.” Walaupun ia mengklaim menolak
dogmatisme agama, tetapi ia secara dogmatis menolak doktrin tentang
neraka. Ia menolak “kepercayaan bahwa orang yang tidak menerima Yesus
Kristus sebagai juruselamat pribadi mereka akan pergi ke neraka.” Ia
mengatakan, “Saya sulit untuk percaya bahwa Allah saya akan memasukkan
empat per lima dunia ini ke dalam neraka. Saya tidak dapat membayangkan
Allah saya akan membiarkan seorang anak kecil Hindu di India yang tidak
pernah berinteraksi dengan iman Kristen untuk dibakar selamanya. Itu
bukanlah bagian dari kepercayaan agama saya.” Obama meninggekan pemimpin agama Hindu, Gandhi, sebagai “contoh hebat akan seorang rohaniwan yang
mendalam” dan mengatakan bahwa FoxNews dan acara bincang-bincang radio
“kadang-kadang berbahayan.” Barack Obama adalah presiden Amerika pertama
yang beraliran New Age. Oleh sebab itulah ia didukung oleh Oprah Winfrey
dan dalam pidato penerimaannya ia berbicara penuh dengan filosofi New Age.
Tak diragukan lagi, ia akan membawa kemajuan bagi segala gerakan
anti-Kristen, termasuk homoseksualitas, environmentalism, feminisme,
aborsi, globalisme, sosialisme, dan Islam. “Toleransi” yang dia bawakan
merangkul semua pihak kecuali orang-orang percaya Alkitabiah, dan
ketidaksukaannya akan dogmatisme ternyata tidak berlaku bagi dogmatisme
menolak pengajaran-pengajar an Alkitab.