Rabu, Januari 12, 2011

LUCY: EVOLUTIONARY MYTH MAKING

One of the most widely used icons of evolution is Lucy, the name given to a fossilized ape of the australopithecine class that is supposed to be millions of years old and is alleged to be a missing link between apes and man.

The actual fossils were shown at the Lucy Legacy exhibit in Seattle, which I visited in March 2009. They announced this as “the key piece in evolution’s puzzle.” What they did not say is that the supposed indisputable evidence that this fossil is “proto-human” is non-existent.

Lucy was a tiny creature standing about 43 inches high. The skeleton itself is less than 40% complete and is entirely missing the foot bones, though other bones representing Australopithecus exist.

The bones were found in 1974 in northern Ethiopia by Donald Johanson and his colleagues. The first bone discovered was a knee joint, which Johanson first considered to be that of a monkey, but upon further consideration announced that it was that of a hominid. “He thereupon declared on the spot that he had discovered a three million year old human ancestor” (Gish, Evolution: The Fossils Still Say No, p. 241).

Kelahiran Bayi Melebihi Penduduk Singapura

Utusan -- Indonesia mencatat daftar kelahiran bayi sebanyak 4.5 juta orang setiap tahun sejak 10 tahun lalu dan keadaan ini seharusnya mencetuskan kebimbangan kepada kerajaan negara itu.

Pertambahan kadar kelahiran setiap tahun itu dikatakan menyamai jumlah penduduk Singapura atau empat kali ganda jumlah penduduk Timor Leste.

Berdasarkan bancian pada 2010, penduduk republik ini berjumlah 237.6 juta orang, meningkat sebanyak 3.5 juta orang berbanding jangkaan sebelum ini.

Pertambahan penduduk itu akan meningkatkan beban kerajaan kerana terpaksa menyediakan prasarana yang sempurna kepada rakyat.

Akhbar Kompas melaporkan, apa yang membimbangkan ialah ketika kerajaan sedang mengenal pasti kesan peningkatan jumlah penduduk, rakyat negara ini telah mengalami kesulitannya.

Kesan yang sedang dihadapi rakyat negara ini ialah kesukaran mendapatkan kerja, kawasan penempatan penduduk yang kotor dan jalan raya yang sesak.

"Jumlah penduduk yang besar boleh menjadi penggerak ekonomi yang kukuh jika rakyatnya berkualiti," kata penganalisis kanan Pusat Pengajian Kependudukan dan Dasar Universiti Gadjah Mada, Sukamdi.

Bagaimanapun, kesan peningkatan jumlah penduduk itu menjadi beban pembangunan kepada Indonesia kerana daya saing penduduk di negara ini masih jauh ketinggalan berbanding negara-negara lain termasuk di Afrika.

Berdasarkan Program Pembangunan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (UNDP), indeks pembangunan manusia di republik ini pada 2010 berada pada kedudukan 108 daripada 169 negara.

Jumlah penduduk Indonesia meningkat hampir dua kali ganda setiap 40 hingga 50 tahun sekali.

Pada 1930, jumlah penduduk negara ini ialah seramai 60.7 juta orang dan 1971 (119.2 juta) sementara pada tahun lalu jumlah itu meningkat kepada 237.6 juta orang.

Sekiranya, pertumbuhan penduduk tidak dikawal dengan baik, negara ini akan didiami oleh 475 juta orang penduduk pada 2057.

Minggu, Januari 09, 2011

The Church Fathers: A Door to Rome

Republished October 19, 2010 (first published June 4, 2008) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org)

Many people have walked into the Roman Catholic Church through the broad door of the “church fathers,” and this is a loud warning today when there is a widespread attraction to the “church fathers” within evangelicalism.

The Catholic apologetic ministries use the “church fathers” to prove that Rome’s doctrines go back to the earliest centuries. In the book Born Fundamentalist, Born Again Catholic, David Currie continually uses the church fathers to support his position. He says, “The other group of authors whom Evangelicals should read ... is the early Fathers of the Church” (p. 4).

The contemplative prayer movement is built on this same weak foundation. The late Robert Webber, a Wheaton College professor who was one of the chief proponents of this back to the “church fathers” movement, said:

“The early Fathers can bring us back to what is common and help us get behind our various traditions ... Here is where our unity lies. ... evangelicals need to go beyond talk about the unity of the church to experience it through an attitude of acceptance of the whole church and an entrance into dialogue with the Orthodox, Catholic, and other Protestant bodies” (Ancient-Future Faith, 1999, p. 89).

Jumat, Januari 07, 2011

Peringatan 400 Tahun ALKITAB KING JAMES VERSION (KJV), dibacakan di Radio BBC

Perisai.net - KELOMPOK sekuler di Inggris memprotes stasiun radio BBC atas rencana stasiun radio tersebut untuk meniadakan sejumlah program rutin pada bulan Januari karena akan digantikan sementara dengan pembacaan Alkitab.
Tahun 2011 merupakan peringatan 400 tahun Alkitab King James Version (KJV). Karena itu, mulai 9 Januari, BBC Radio 4, yang merupakan stasiun radio utama milik BBC, akan mengadakan program pembacaan Alkitab dari pagi hingga malam hari.
Setiap 15 menit, radio BBC akan memperdengarkan suara-suara dari orang-orang terkenal, termasuk aktor Samuel West, Hugh Bonneville dan Emilia Fox, serta sejarahwan Simon Schama dan penulis Will Self.
Hanya siaran-siaran yang sudah populer yang akan tetap disiarkan sesuai jadual normalnya. Akibatnya, kelompok sekuler merasa terganggu dengan hal itu.

Rabu, Januari 05, 2011

ENGKAU SUAM-SUAM KUKU

Pada tanggal 13 September 2010, sekitar jam 15.00 sore, penulis istirahat dari menulis Pedang Roh duduk sejenak menonton Travel and Living Channel (TLC). Kebetulan sedang ditayangkan tentang keadaan di Turkey, menyusur satu-persatu kota-kota bersejarah di Asia Kecil. Penulis langsung membayangkan kota-kota yang pernah dikunjungi Rasul Paulus, dan menyaksikan keadaannya kini yang penuh dengan perempuan berkerudung.

Betapa sedih hati rasanya ketika membayangkan bahwa kota Efesus tadinya adalah kota dimana Sekolah Theologi pertama didirikan, dan melalui mahasiswanya seluruh Asia Kecil berhasil mendengar Injil (Kis. 19:9-10). Namun kini hampir tidak ditemukan satu pun gereja yang benar-benar alkitabiah. Mengapa bisa begitu?

Penganiayaan Pemurni Iman
Pada zaman Rasul-rasul sekalipun sudah muncul ajaran-ajaran sesat seperti kaum Gnostic dan kaum Ebionit, namun dengan tulisan para Rasul yang hari ini di tangan kita, bagi jemaat yang memegang teguh pengajaran Rasul masih tetap terjaga dari penyesatan.

Selasa, Januari 04, 2011

Berita Bulanan Desember 2010

GEMBALA SIDANG EMERGING CHUIRCH MENGATAKAN BAHWA ORANG MUDA MEMERLUKAN PANGGILAN, BUKAN PERATURAN
Steven Furtick dari Gereja Elevation di Charlotte, North Carolina, mengatakan bahwa yang diperlukan generasi ini bukanlah lebih banyak lagi aturan mengenai bagaimana menjalani hidup, tetapi suatu panggilan yang menjadi tujuan hidup ("Charlotte Pastor," The Christian Post, 26 Nov. 2010). Ini adalah filosofi yang khas emerging church. Pada kenyataannya, yang diperlukan orang muda adalah peraturan SEKALIGUS suatu panggilan kepada pemuridan yang sejati. Dalam Firman Tuhan, pemuridan berarti juga melaksanakan peraturan-peraturan ilahi. Yesus menginstruksikan gereja-gereja untuk mengajarkan petobat-petobat melakukan "segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Mat. 28:19-20), dan "segala sesuatu" yang dimaksud ada dalam Alkitab. Perhatikan misalnya surat Efesus. Surat ini memberitahu kita bahwa keselamatan adalah oleh kasih karunia Allah tanpa usaha, tetapi surat ini juga mengandung tiga pasal yang penuh dengan aturan-aturan yang harus ditaati oleh orang percaya, peraturan yang meliputi segala aspek kehidupan, pribadi, keluarga, dan pekerjaan. Karena sudah kecanduan dengan kebudayaan pop, generasi ini telah menolak peraturan demi suatu gaya hidup dan filosofi "aku duluan," dan emerging church sedang mengkhotbahkan apa yang diinginkan oleh kekristenan sesat yang penuh hawa nafsu (2 Tim. 4:3-4). Mengambil sikap semangat emerging, Furtick mengklaim bahwa ini adalah "generasi yang paling terdorong, paling berkesempatan, paling mungkin dalam sejarah untuk membawa Injil Yesus Kristus ke seluruh dunia."

Senin, Januari 03, 2011

DARLENE ZSCHECH AND CONTEMPORARY PRAISE MUSIC

Darlene Zschech (pronounced check) is a prominent voice in the contemporary praise movement. For 25 years she was “worship pastor” at Hills Christian Life Centre, Sydney, Australia, and has published many popular worship albums under the Hillsong Music label. She is also associated with Integrity Music and the Hosanna label. In 2010, Darlene and her husband became senior pastors of Church Unlimited, another Pentecostal church near Sydney, but she continues to be involved in music projects with Hillsong.

The co-pastors of Hills Christian Life Centre are Brian Houston and his wife, Bobbie. The church features a 12-piece rock band with five back-up singers and a positive prosperity message. In 2002, the church took in $10 million in tithes alone, not to speak of the sale of music and materials. Brian Houston’s book “You Need More Money” teaches the way to prosperity through giving and “kingdom living.” Houston says, “If you believe in Jesus, He will reward you here as well [as in Heaven]” (“The Lord's Profits,” Sydney Morning Herald, January 30, 2003). His wife and co-pastor Bobbie has a tape set titled “Kingdom Women Love Sex,” which doubtless is a top seller. (When I inquired about it at the Hills Christian Life Centre bookstore in October 2004, I learned that the name has been changed to “Kingdom Women Love & Value Their Sexuality.”